Menikmati Hedonisme Sensorik : Salah Satu Cara untuk Bahagia

Hedonisme

BANYAK JALAN MENUJU ROMA

Banyak cara untuk menemukan rasa bahagia.  Kita bisa membelinya dengan uang. Itu pasti! Menemukannya dalam agama dan kepercayaan. Beramal. Pergi jalan-jalan. Melakoni hobi dll. Hanya saja kebahagiaan tak di letakan Tuhan pada nilai saldo tabungan di bank, diatas gunung atau terkurung di menara gading. Dia dekat sedekat urat nadimu. Dan kalau mau tidak akan melibatkan uang sepeserpun juga bisa. Coba saja tengok ke dalam hatimu karena diadisemayamkan  di sana.

Karena letaknya  begitu dekat itulah, tidak bergantung hari dan musim, kita bisa menemukannya dimana saja.   Hai, kita bisa menemukan kebahagiaan dalam gaya hidup hedonis lho. Coba deh perhatikan informasi yang datang dari indra sendiri. Carilah keindahan dalam bunga, lukisan dan benda apapun yang bisa dilihat. Fokuskan selera untuk menikmati seni yang halus seperti membaca karya sastera dan membaui aroma makanan. Rasakan tekstur mengagumkan dari permukaan batu dan kulit sendiri. Benamkan diri dalam suara alam seperti gemericik air dan dari musik-musik yang kita sukai. Kita akan menemukan kebahagiaan disana.

KEBAHAGIAAN DALAM HEDONISME

Dengan kata lain, kebahagiaan sangat bisa diperoleh secara hedonis. Menikmati kesenangan hidup duniawi, kata para Kyai. Selain yang diatas, coba deh sesekali ikuti anak-anak naik roller coaster dan pergi berbungee-jumping. Hunting kuliner dan menikmati eksotisme makanan dari seluruh belahan dunia. Memanjakan diri dengan shopping, spa dan nyalon, atau jadi icon di pusat-pusat hiburan. Atau manfaatkan setiap momen hubungan seksual dengan suami atau isteri dengan penuh rasa cinta seolah-olah baru pertama kali melakukannya.  Trik utamanya  disini adalah melakukan hal yang sama secara berbeda (yah gak perlu teralu aneh dan ekstrim sih). Sebab hal-hal yang sama itu membosankan. Menemukan cara baru yang belum dilakukan sebelumnya selain menyenangkan juga merangsang kreativitas.
Ngomong-ngomong menemukan kebahagiaan lewat panca indera ini juga punya dasar filosofi lho. Bagaimanapun kita membangun pengalaman terhadap dunia luar melalui indera terlebih dahulu, jadi ada koneksi langsung antara input yang ditangkap dengan sensasi kesenangan yang akan diterima. Misalnya bau dari masa kanak-kanak bisa membawa  kepuasan seksual saat kita dewasa. Idenya adalah kesenangan sensoris berasal dari pikiran karena sebuah informasi yang diterima melalui indra.  Seperti mencium aroma parfume tertentu tiba-tiba kita ingat pada sebuah kemewahan atau kesenangan yang pernah dinikmati  di masa lalu.

BEB, INI PERINGATAN PENTING!

‘Hedonisme’ adalah suatu istilah yang sering dihubungkan orang dengan berbagai kesenangan duniawi. Para Kyai dan kaum santri tidak akan menyarankan Anda mencari kebahagiaan lewat cara ini. Mereka tidak salah. Jadi  ingatlah! Pemanjaan yang berlebihan terhadap fisik sama sekali tidak berhubungan dengan kesenangan apa lagi membawa kebahagiaan. Tambah banyak dikejar sensasinya kian memudar. Prinsip kerja kesenangan hedonis ini memang persis seperti air garam yang tambah banyak diminum akan tambah haus haus. Tambah banyak mengkonsumsi atau mengintensifkan pengejaran terhadap kesenangan tidak akan memperpanjang kesenangan itu sendiri. Mungkin ada periode ‘tinggi’ tapi itu tidak pernah berlangsung lama, dan agar tetap bekerja kita akan mencari stimulasi yang lebih besar. Sayangnya stimulus tersebut juga hanya memiliki efek sementara.

Nah hedonisme sensorik ini hanya bekerja secara efektif jika dilakukan secara moderat alias tak berlebihan. Intensitas kenikmatannya harus disebar dari waktu ke waktu, bukan dengan kalap mengejarnya secara permanen sepanjang waktu. Lagi pula gigitan pertama dari sebatang cokelat selalu yang terbaik, bukan?. Gigitan selanjutnya  hanya penumpukan kalori yang akan merusak kesehatan maupun bentuk badan kita.

Pendapat Anda?

Photo’s source

3 thoughts on “Menikmati Hedonisme Sensorik : Salah Satu Cara untuk Bahagia

  1. Selalu bersemgat bu, semoga webnya jadi inspirasi buat rekan rekan yang lain termasuk saya.sukses selalu

  2. Tulisan yang bermutu, inspiratif dan praktis… bagian dari stress management. Jadi merasa masih banyak yang bisa dan perlu dinikmati dari kehidupan dunia meski sebatas tidak melompati pagar. Supaya jangan berkonotasi berlebihan/negatif, barangkali kata ‘hedonisme’ perlu diberi tanda kutip, he he… Terima kasih Mbak Evi yang sibuk tapi sempat menulis bagus, sukses!

    • Terima kasih P Adil. Menulis juga bagian dari stress management untuk saya. Iyah, hedonisme kelanjur dapat konotasi negatif, gara-gara penikmatnya kadang melakukan lompat pagar kala mengesplorasinya…Terima kasih sudah mampir Pak :)

Terima kasih atas kunjungan teman. Ditunggu komentarnya :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s