Mewek Dibawah Masjid Pintu Seribu

Mewek Dibawah Masjid Pintu Seribu

Kemarin piknik lagi. Namun kali ini sedikit berbeda, ada sampiran  kata dibelakangnya: Piknik Spiritual .  Itu bermula dari cerita  my sista  yang bersama teman-teman majelis taklimnya hendak memperingati maulid nabi dengan ziarah. Pilihan mereka dua tempat di Tangerang: Masjid Pintu Seribu dan Pulau Cangkir. Karena masih satu kabupaten dengan rumahku, walaupun dilakukan pada hari kerja, … Continue reading »

Cool and Smart Ciri Semua Blogger

Cool and Smart Ciri Semua Blogger

Awalnya, menurutku tidak mudah menentukan kriteria smart and cool dari sebuah blog. Yang paling tepat menentukan tentu adalah pembacanya melalui  survey. Survey? Twing! Itu karena pembaca yang terdampar di blog kita punya kepentingan beragam dengan sudut pandang berbeda. Jika pengunjung blog travelling adalah seorang traveller,membaca tulisan suatu tempat yang disertai informasi lengkap, foto-foto dan ditulis … Continue reading »

Tarian Hujan

Tarian Hujan

Hujan adalah musim favoritku. Tidak saja karena omset bisnis gula aren meningkat, hujan membuat udara sekeliling jadi bersih dan segar. Selalu menunggu kedatangan hujan lebat kemudian  teduh. Sebab setelahnya bisa duduk di halaman belakang rumah (biar tak kelihatan tetangga), menghirup aroma yang muncul dalam-dalam. Sensasinya hebat. Seperti menyusu pada bunda alam, menghisap lahap gizi kehidupan. … Continue reading »

Cinta yang Mungkin

Cinta yang Mungkin

Cinta yang Mungkin Engkau mengatakan itu MUNGKIN Diantara resah aku menimang Tersentakan kelopak teratai yang tergolek di tengah danau Mengirim getar ke awan MUNGKIN hanyalah satu kata dari gelepar putus asa sayang… Terantuk pada tepian yang kehilangan batas Lima kupu-kupu terbang melangkahi kepalaku Hei..Lihat… Sayap-sayapnya melukis cinta Seperti sebait puisi yang pernah engkau tulis Menelisikan … Continue reading »

Mencoba Mengakrabi Tradisi

Mencoba Mengakrabi Tradisi

Saat kemarin Mbak Dani menulis tentang arak-arakan pengantin Bugis, aku ingat pada tradisi serupa yang terjadi di Minangkabau.  Kalau tuliskan seluruh rangkaian acara ribet banget. Lagi pula sudah ada yang menuliskan lengkap disitus lain. Yang kutulis berikut  dua arakan wajib saja yaitu : Garis keturunan di Minangkabau di tarik lewat garis  ibu (matrilineal) dan sistem … Continue reading »

Calliandra Emarginata Aku Cinta Padamu

Calliandra Emarginata Aku Cinta Padamu

Kalaulah bunga-bunga bisa ngomong dan mengidap narsisme akut seperti diriku, mereka pasti akan melonjak kegirangan tiap kali melihatku mendekat dengan camera. Pasti ngomong begini : ” Ibu..Ibu… foto kita dunk..Mohon lihat bentuk kami dari posisi  terbaik ya..” Dan aku akan menjawab, “  Beres. Kalau tak cantik kalian tak disebut bunga, tapi coba perlihatkan padaku posisi … Continue reading »

Glodok yang Merah Menjelang Imlek

Glodok yang Merah Menjelang Imlek

Sehari menjelang Imlek, aku jalan-jalan ke Glodok. Pecinan terbesar di Jakarta dan masuk kawasan kota tua Batavia ini  riuh rendah dalam terik matahari yang menggigit. Penjual, pembeli maupun mereka yang cuci mata sepertiku berhimpit-himpit memperebutkan ruang. Betapa berarti kalau saja bertubuh lebih tinggi. Tidak seperti sekarang, berkali-kali suami mencariku yang terbenam di keramain karena asyik … Continue reading »

Mempercantik Hal-hal Kecil

Mempercantik Hal-hal Kecil

Aku punya hobby baru, mengamati benda-benda mungil dari belakang lensa camera. Amat suka dan terkagum sendiri betapa dunia yang karena ukurannya sulit diamati mata telanjang punya konstruksi sendiri untuk dikatakan cantik.  Seperti buah dari semak berduri yang tidak diketahui namanya, yang aku temukan di tepi hutan di Lampung, merona merah segar seperti tomat di bawah … Continue reading »

#Lampung 6 : Mari Main Kelereng

#Lampung 6 : Mari Main Kelereng

Ketika berada di kampung nelayan Kuala Stabas di Krui Lampung Barat kemarin, kami juga melihat sekelompok anak-anak main kelereng di sebuah sudut dermaga. Walau masih pagi dan kampung itu disiram hujan sejak malam, tak mengurangi derai  gelak mereka saat adu kepandaian diatas tanah berpasir. Aku yang  sudah lupa bagaimana aturan main kelereng sampai perlu mengamati … Continue reading »

Pelangi di Atas Genteng

Pelangi di Atas Genteng

Sore tadi halaman rumah saya terlihat memerah tembaga. Padahal sejak pagi suasananya mellow, panas-mendung tak beraturan.  Saat keluar,  di langit barat  tampak semburat pelangi. Kuning kemerahan yang membias di sekeliling halaman dan jalanan ternyata datang dari spektrum merah dan kuning pelangi itu yang menyeruak dari beberapa gumpalan  awan gelap. Sementara di belakangnya langit tetap berwarna … Continue reading »

Rujak Ikan Pakang

Rujak Ikan Pakang

Orang di rumah menyebut ikan pakang yang saya buat ini sebagai Pakang Balado. Tapi saya ngotot menyebutnya Rujak Pakang. Lah emang siapa yang bikin, suka-suka yang bikin dong mau kasih nama apa. Pasalnya cabe yang saya gunakan di beri banyak irisan buah gandaria muda selain terasi, bawang merah dan garam. Sudah begitu dengan meriah dituangi  … Continue reading »

Makan Nasi Kapau di Los Lambuang

Makan Nasi Kapau di Los Lambuang

Ke Bukittinggi  kurang lengkap jika tak mampir ke Los Lambuang ( perut) yang terletek di tepi Pasar Lereng yang sering longsor itu. Di lahan yang mengantong dari Bukit Kubangan Kabau  ini berdiri puluhan kios yang spesialisasinya menjual Nasi Kapau. Mereka menempati petak-petak segi empat, tak berdinding, bercat biru dengan meja dan bangku-bangku kayu merupakan rumah … Continue reading »