Jangan Kau Petik : Bunga di Tepi Jalan

Empat sekawan kuntum Soka oranye

Iseng menunggu di sebuah SPBU Trans Sumatera, saya menemukan soka kuning ini tumbuh diatas sejumput tanah yang terletak di luar pagar. Sepertinya bukan bunga liar, namun seseorang pernah menanamnya suatu ketika di masa lalu. Nah karena hujan dan panas bergantian secara ekstensif di Desember ini, mahkota bunganya kembali menampakan diri.

Filosofi yang menarik tentang bunga soka seperti bisa membebaskan  jiwa dari penderitaan bisa di temukan sahabat blogger saya : Ni Made Sri Andani ,dokter hewan yang pemasar namun faseh banget soal tanaman. Makanya dia aku sebut Dokter Pu’un hehehe

Ada yang tahu lagu Koes Ploes Bunga di tepi jalan? Generasa angkatan saya pasti bisa sayup-sayup mengingatnya. Bunyi syairnya begini :

Bunga Soka yang penting dalam ritual keagamaan masyarakat Bali :)

suatu kali ku temukan
bunga ditepi jalan
siapa yang menanamnya
tak seorangpun mengira
bunga ditepi jalan
alangkah indahnya
oh..kasihan
kan kupetik
s’belum layu

————————-
disekitar belukar
dan rumput gersang
seorangpun tak kan mau
memperhatikan
biarlah kan kuambil
penghias rumahku
oh..kasihan
kan kupetik
s’belum layu

Jamannya Koes Ploes mungkin belum ada pelajaran tentang lingkungan. Melihat bunga cantik di tepi jalan insting ingin memiliki langsung tumbuh, ingi  memetik dan di bawa pulang :) Meski lagu ini hanya analogi dari gadis yang menjalani hidup tak begitu bersesuaian dengan norma yang berlaku, namun pesan dari lagu ini jelas, bahwa orang menganggap bahwa bunga yang tumbuh di tepi jalan atau di tempat2 umum manapun berhak mereka miliki.

Tapi jangan begitu lah sobat. Kalaupun melihat bunga cantik dalam hutan, gak perlu di petik, kagumi saja keindahannya dan berlalu dari sana tanpa memetiknya. Biarkan bunga tersebut tumbuh di tempatnya, menghiasi lingkungan sekitarnya dan untuk ditemukan oleh pejalan di belakang Anda..

Singkatnya, hidup di dunia haruslah memberi manfaat pada lingkungan. Kalau bisa ikut mempercantik alam. Kalau tak mampu, setidaknya jagalah dan jangan jadi perusak :)

Salam,

–Evi


46 Comments on “Jangan Kau Petik : Bunga di Tepi Jalan”

  1. hart says:

    gak usah d petik…d poto aja lah…

  2. ~Amela~ says:

    suka fotonya..
    ah, dulu suka terngiang lagu itu saking seringnya diputer di tipi, dulu sempat jadi soundtrack sinetron kan

    • Evi says:

      Nah kalau sebagai soundtrack sinetron gak inget, Amel. Tapi suatu ketika lagu Koes Ploes ini emang terkenal banget..Makanya kalau melihat bunga di tepi jalan, asosiasi orang langsung pada lagu ini :)

  3. baju muslim says:

    nice pict and nice flower….:)

  4. edratna says:

    Saya suka bunga soka, karena mudah merawatnya dan bertahan dalam cuaca apapun, bisa tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah.

  5. nandoframe says:

    Saya suka foto yang atas. Bagus….
    Tapi kalo lagu, koq saya ingetnya lagu Sheila on 7, ya?

  6. ^omman says:

    Penampakan ‘bunga ditepi jalan ini cantik plus menawan … itu pasti hasil karya dari seorang yang ahli ‘potret-memotret … sayang lagu itu kurang di kenal oleh hatiku … namun saya memang tidak berani memetik ‘bunga jalanan … :P

    • Evi says:

      Hehe…aku baru belajar motret belum bisa disebut ahli. Tks eniwe :) Lagu ini emang jadul, di jaman saya remaja saja msh bisa disebut lagu lama :)

  7. ung says:

    berarti, nanti-nanti kalo mau bilang sayang ama pacar jangan pake bunga. kasi pu’un aja sekalian hehehehe..

    • Evi says:

      Bunga potong gak apa-apa lagi, tujuannya kan emang buat seperti itu. Kalau kita gak beli, nanti petani bunga potong jualannya gak laku dong :)

  8. prih says:

    Di tangan Uni Evi, si jelita soka tambah kinclong auranya, tanaman ini sangat tahan cuaca, semakin terbuka lahannya bunganya semakin cerlang. Sayang mudah rontok eh keliru untung mudah rontok sehingga lebih dinikmati sebagai elemen taman bukan bunga vas. Selamat menikmati pergantian tahun dan menyambut Tahun Baru Ubi Evi. salam

    • prih says:

      Dear Uni Evy, mohon maaf karena semangatnya bisa connect balik ada yang salah ketik di sapaan di koment di atas mohon dibetulkan ya (jemari tua suka tremor, weleh ngeles dari kurang cermat). Selamat menyambut tahun baru bersama keluarga. Salam

    • Evi says:

      Oo..mungkin karena itu bunga ini sekel menurut Mb Dani, Mb Prih. Dia emang tumbuh di tempat terbuka

  9. Mbak Evi, tadi Bu Prih bilang ke aku katanya nggak bisa main ke tempatnya Mbak Evi. Aku nggak tahu kenapanya.. jadi nggak bisa bantu memecahkan masalahnya. Coba Mbak Evi ke tempatnya Bu Prih & tinggalkan comment.. barangkali beliau bisa terconnect balik..

    Thanks ya. Selamat tahun baru, Mbak..

    • Evi says:

      Mb Prih berkunjungnya ke blog eviindrawanto.com kali Mb Dani. Blog itu emang sdg ada masalah. Belum bisa dibetulin krn lagi gak di rumah mbak. Sori telat balas, signalnya byar pet kaya PLN hehe..Met tahun baru. Dan terima kasih atas pergatiannya :)

  10. tunsa says:

    saya justru suka dengan bunga itu, hhiihi..makanya waktu anak-anak sering metik dpinggir jalan, sekarang enggak sih.. :D
    salam

  11. Budi Arnaya says:

    Saya suka sekali memetik bunga ini, kalau ketemu di jalan heee jadi inget waktu smp…Selamat menyambut tahun baru..ada bingkisan di rumahku, semoga berkenan

    • Evi says:

      Suka memetik bunga di tepi jalan ya Mas Budi..Untung sekarang sdh gede ya, jadi awet deh tanamannya. Selamat tahun baru juga mas. Hore dpt bingkisan. Tunggu aku ambil ya. Tks Mas :)

  12. Nah… sudah beralih profesi menjadi fotografer sekarang rupanya? he he..
    Hasil bidikannya bagus banget – kayanya kombinasi lensa yang bagus + usaha memposisikan diri yang baik saat ngejrepet object ya..
    Tanamannya kelihatan sehat dan sekel banget. Lihatlah batang dan daunnya..hijau sehat seperti sangat percaya diri menghadapi hidup. Rupanya alam telah merawatnya dengan sangat baik ya Mbak Evi..

    • Evi says:

      Pake acara jongkok di tepi jalan Mb Dani hehe. Terima kasih atas pujianya.
      Nah ini pengamatan seorang dokter pu’un, saya pikir tadinya semua bunga soka sekel sprt ini. Kalo gitu setuju Mbak bahwa alam telah merawatnya dengan baik. Padahal tiap hari dia pasti menghisap udara mengandung timbal yah mengingat tempat tumbuhnya.

  13. dengan berbagi diblog ini, saya sudah menikmati keindahan dari bunga tersebut,
    terima kasih atas fotonya uni, :-)

  14. kemana soka ku yang dulu yaaa??

  15. Hijihawu says:

    Sepakat dengan sahabat yang lain, fotonya cantik banget.
    Merusak memang lebih mudah daripada menjaganya ya Mbak Vi. Dalam hal apapun…

  16. Ely Meyer says:

    sudah lama ndak lihat kembang soka mbak, cantik ya kembangnya, jepretannya bagus sekali mbak :)

    bener, jangan dipetik biar semua orang bisa lama menikmati kecantikannya :)

  17. Saya kalo liat Asoka, teringat mama, beliau suka sekali menanam bunga termasuk aneka jenis asoka ini. Di rumah ada asoka merah, oranye, kuning, dan putih..cantik sekali :)

  18. bunga seperti ini dulu dipelihara sama nenekku… namanya bunga soka, ya?

  19. tuaffi says:

    waahh.. bagusnya fotonya. Serius, biasanya saya liat bunga ini biasa saja, tapi di foto ini kok bagus ya? hehehe

    • Evi says:

      Kelebihan photography kadang begitu Affi, lensa bisa fokus menonjolkan hanya bagian2 yg cantik. Tp tetep lensa mata kita lah yg terbaik :)

  20. Juwita_hsu says:

    ‘kalau tdk mampu mempercantik,stidaknya jgn merusak’ like this bgt mbak :) salam knal..

  21. misstitisari says:

    wah udah lama banget ngga liat bunga soka
    dulu Mama saya menanam bunga ini di halaman rumah, tapi akhirnya mati, karena setiap bunganya muncul dan mekar, habis saya petik untuk diisap madunya :P

    • Evi says:

      Bunga ini emang cantik, dengan warna2nya yg ngejreng Miss Titi. Bapak saya jg suka memperbanyak dengam langsung nancepin batangnya ke tanah setelah mencelupkannya ke semacam hormon. Dan hehe..aku jg suka mencabuti kelopaknya satu2 utk dihisap madu yg ada pd ujung2 kelopak yg seperti jarum itu


Tinggalkan jejak jika sahabat berkenan. Terima kasih atas kunjungannya

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s